Sabtu, 01 Desember 2012

Indonesia Kita: Lomba Menulis Novel Populer Bentang Pustaka "Wanit...

Indonesia Kita: Lomba Menulis Novel Populer Bentang Pustaka "Wanit...:

INFO LOMBA | Lomba 2011-2012 | Update Setiap Hari: Lomba Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013

INFO LOMBA | Lomba 2011-2012 | Update Setiap Hari: Lomba Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013: Majalah Femina kembali mengadakan sayembara Mengarang/ Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013 . Selain berkesempatan untuk memenangkan h...

INFO LOMBA | Lomba 2011-2012 | Update Setiap Hari: Lomba Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013

INFO LOMBA | Lomba 2011-2012 | Update Setiap Hari: Lomba Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013: Majalah Femina kembali mengadakan sayembara Mengarang/ Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013 . Selain berkesempatan untuk memenangkan h...

INFO LOMBA | Lomba 2011-2012 | Update Setiap Hari: Lomba Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013

INFO LOMBA | Lomba 2011-2012 | Update Setiap Hari: Lomba Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013: Majalah Femina kembali mengadakan sayembara Mengarang/ Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013 . Selain berkesempatan untuk memenangkan h...

INFO LOMBA | Lomba 2011-2012 | Update Setiap Hari: Lomba Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013

INFO LOMBA | Lomba 2011-2012 | Update Setiap Hari: Lomba Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013: Majalah Femina kembali mengadakan sayembara Mengarang/ Menulis Cerpen & Cerber Femina 2012/2013 . Selain berkesempatan untuk memenangkan h...

Sabtu, 06 Oktober 2012

SWEET FEBRUARY

Judul Buku      : SWEET FEBRUARY
(Kumpulan Cerita Pendek)
Penulis               : Endeh Kursiyah dkk
Penerbit                : Puput Happy Publishing
Cetakan                : Cetakan Pertama,Oktober 2012
Isi                         : ii + 102 Halaman; 13 x 19 cm
ISBN                   : 978-602-18504-9-7
Harga                   : Rp 28.000,-
Sinopsis
Aku benci melihatnya seperti ini. Tapi waktuku semakin sempit untuk melihatnya. Maka kupuaskan saja mataku ini untuk melihatnya. Wajah ini, sungguh amat sempurna. Aku bersyukur dapat melihatnya sekarang. Saat mataku ini masih dapat melihat dengan jelas. Atau menyesal? Karena dia memang hanya akan tetap dapat kulihat. Tidak akan pernah benar-benar dekat.
Tersadar bahwa aku tengah menatapnya, dia beranjak sambil menarikku ikut serta. Namun kutahan balik tangan itu. Kuisyaratkan untuknya duduk kembali. Dia menatapku. Kami saling menatap. Saling bertanya tentang hati masing-masing. Aku tahu maksud tatapan itu. Tatapan marah, kesal, kecewa, letih, sedih. Dia memang tengah berusaha membuatku yakin, bahwa keputusankulah yang salah. Namun aku lebih tak punya kekuatan untuk merubah keputusan. Dan yang kini bisa kulakukan hanya memberinya senyumku yang paling indah. Sebisa mungkin aku tersenyum, semanis mungkin. Agar dia luluh dan percaya bahwa semua akan baik-baik saja.

http://puputhappy-publishing.blogspot.com